Tips Agar Anak Rajin Sholat Berjama’ah di Masjid

 

Menanamkan kebiasaan baik kepada anak memang harus dilakukan oleh orang tua kepada anaknya sejak masih kecil, karena jika kita mendidik anak yang masih kecil sama halnya dengan menulis diatas kertas putih bersih yang belum ada banyak coretan dan noda, namun jika sudah besar dan dewasa sama halnya menulis diatas kertas yang sudah penuh dengan coretan. Maksudnya adalah, jika kita mengajari atau membiasakan sesutu kepada anak kecil (yang diumpamakan seperti kertas putih kosong) maka segala sesuatu yang kita ajarkan akan tertanam dan sangat diingat oleh mereka, namun jika mulai membiasakan kebaikan ketika anak sudah tumbuh besar akan sulit dilakukan dan sulit diingat oleh mereka.

Jika saat ini anda dan anak anda memiliki rencana ingin melakukan sesuatu hal sesudah pandemi ini berakhir, maka apa yang kira – kira anda lakukan ? Pergi ke mall? Rekreasi ? atau mungkin sekedar jalan –  jalan ke taman kota dan rumah saudara untuk menghilangkan kerinduan selama masa covid ini. Jangan lupa, tanamankan niat baik kepada anak untuk memulai kebiasaan baru yang positif seperti akan rajin sholat berjama’ah di masjid jika pandemi ini berakhir. Akan tetapi, untuk memulai hal baik diperlukan usaha yang lebih seperti membiasakan sholat berjama’ah meskipun di rumah saja. Kali ini Kami memberii tips kepada para orang tua tentang bagaimana cara jitu agar anak mau rajin sholat berjama’ah di masjid, simak penjelasannya berikut.

Tips Agar Anak Rajin Sholat Berjama’ah di Masjid

  1. Memberikan teladan kepada anak

Memang sudah menjadi ciri khusus dari setiap anak di belahan dunia manapun untuk meniru segala sesuatu yang ia dengar, lihat maupun rasakan dari orang- orang terdekat. Maka tips pertama yang bisa anda terapkan agar anak anda nanti mau sholat berjama’ah di Masjid adalah dengan memberi contoh atau teladan. Apabila orang tua berangkat bersama untuk menunaikan sholat di masjid maka anak akan ikut-ikut an dan akhirnya terbiasa, berbeda halnya jika orang tua hanya di rumah dan bahkan belum menunaikan sholat kemudian menyuruh anaknya sholat berjama’ah di masjid, kira-kira apakah anak akan mau? Jelas mereka tidak akan mengindahkan dan justru seringkali dibalas dengan jawaban yang menyakitkan. Maka jadilah teladan yang baik ya, ayah bunda.

  1. Menasehati dengan kasih sayang

Cara selanjutnya yang bisa dilakukan adalah dengan menasehati anak dengan tata bahasa yang baik dan tidak menyinggung perasaan anak. Misalnya dengan cara menceritakan teladan – teladan tentang orang yang berjama’ah di masjid, menceritakan tentang keutama’an orang yang sholat berjama’ah di Masjid ataupun dengan cara lain yang bisa disampaikan melalui nasehat. Dengan demikian, anak tidak akan merasa semata-mata diminta sholat di masjid tanpa mengetahui alasannya alias ikut-ikutan saja. Anak akan teringat setiap nasehat yang disampaikan orang tua nya, teringat keutamaan – keutamaannya sehingga rasa kesadaran dan keinginan berjama’ah di masjdi akan muncul dari dalam dirinya sendiri tanpa adanya paksaan.

  1. Melatih dengan pembiasaaan

Terus menerus melatihnya juga bisa dijdikan cara ampuh untuk membiasakan kebaikan pada anak. Saat ini adalah waktu yang sangat tepat untuk memulai melati anak – anak untuk rajin sholat berjama’ah meskipun di rumah saja karena adanya pandemi ini. Dengan melatihnya mulai sekarang, maka ketika keadaan sudah normal nanti mereka akan terbiasa dan ringan dalam melangkahkan kaki untuk sholat berjama’ah di masjid.

  1. Mendidik dengan hukuman dan apresiasi

Banyak sekali cara mendidik yang bisa dilakukan oleh orang tua kepada anaknya, salah satunya dengan memberi hukuman dan juga apresiasi ini. Jika anak-anak masih kecil maka akan sangat berpengaruh dua hal ini. Memang ketika masih kecil mereka akan sibuk dengan mainannya ataupun gadget dan Tv ketika diajak untuk menunaikan sholat, meskipun belum wajib tapi orang tua seharusnya sudah menegur mereka dan mengajaknya untuk sholat, Karena jika tidak dibiasakan diberi hukuman jika tidak mau melaksanakan sholat maka akan terbiasa dan lebih sulit diatur ketika ia sudah berusia dewasa nanti. Nabi Muhammad SAW mengajarkan umatnya untuk mulai memerintahkan anak untuk sholat ketika usia 7 tahun dan memperbolehkan untuk memukul (menghukum) ketika sudah berusia 10 tahun (minimal sudah baligh). Hukuman disini tidak diartikan sebagai tindakan kekerasan kepada anak, melainkan adalah ungkapan rasa sayang dan peduli orang tua kepada anaknya. Namun sebagai orang tua, jangan sampai kita menghukum dengan kekerasan yang bisa menimbulkan cedera fisik ya, dan jangan lupa untuk diimbangi dengan mengapresiasi (misal memberi hadiah) ketika anak mau melaksanakan sholat berjama’ah.

Sudahkah Masjidnya Nyaman Untuk Anak yang datang?

Kodisi masjid sebagai tempat ibadah, juga mempengaruhi kenyamanan para jama’ah untuk menunaikan sholat pastinya. Contohnya, jika karpet sudah tidak layak dan rusak, maka bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun enggan untuk sholat berjama’ah di masjid. Oleh karena itu, supaya setelah pandemi berakhir nanti orang-orang rajin berjama’ah di masjid, maka ganti karpet di masjid mulai sekarang dengan karpet baru yang bisa anda dapatkan di Plaza Karpet Masjid, melalui pembelian secara online di website resmi yang sudah di sediakan.

 

 

Scroll to top