Anda pernah seru seruan main aplikasi perubah wajah? mungkin pernah main faceapp. Sebuah aplikasi yang sempat viral tahun lalu dengan challenge nya yang mendunia, yakni #agechallenge. Di tanah air, agechallenge juga viral. Tidak hanya di masyarakat, bahkan age challenge ini juga diikuti artis. Dengan aplikasi faceapp, mereka rubah foto wajah jadi tampak tua, lebih muda, lebih putih bahkan bisa merubah gender.

Serunya aplikasi ini akhirnya menjadi viral. Semua orang merubah wajah mereka tampak tua, lalu posting ke sosial media mereka. Namun, dibalik vitalitasnya, aplikasi faceapp malah menuai kontroversi. Sejumlah pihak curiga dan khawatir jika data pengguna bisa dimanfaatkan pihak developer faceapp. Bahkan, pemerintah AS sempat minta FBI untuk selidiki aplikasi buatan perusahaan rusia ini. As tak mau data warga AS pengguna faceapp jatuh ke pemerintah rusia. Jadi, kenapa Faceapp viral dan dinilai berbahaya oleh sejumlah pihak? simak artikel ini selengkapnya.

Bahaya Aplikasi Faceapp

Aplikasi Faceapp sempat viral beberapa waktu lalu dengan #agechallenge yang hebohkan dunia. Aplikasi perubah wajah itu juga banyak sekali digunakan di Indonesia. Faceapp sendiri merupakan sebuah aplikasi buatan perusahaan rusia yang dapat merubah foto wajah dengan sejumlah efek. Dengan aplikasi ini, foto wajah bisa berubah menjadi tampak muda, tua, bahkan bisa merubah gender dalam foto dan beberapa efek lagi.

Meski cukup seru, memainkan aplikasi ini dinilai berbahaya. Sebagian pihak bilang bahwa faceapp layak dicurigai terutama terkait penyimpanan data yang mereka lakukan. Aplikasi faceapp diduga bisa saja simpan, sebarkan hingga jual foto foto dari pengguna untuk tujuan komersial. Ini bisa saja terjadi walaupun foto sudah dihapus dari aplikasi, begitulah kira kira kekhawatiran sebagian pihak terhadap faceapp.

Hal itu kemungkinan tertuang dalam halaman persetujuan dan ketentuan pemakaian di faceapp tersebut. Bagian ini memang biasanya jarang dibaca, pengguna biasanya langsung pencet tombol agree. Mungkin hal ini dimasukan pada halaman user content, yang didalamnya menyatakan bahwa Anda memiliki semua hak konten yang dibuat, dan pihak faceapp tidak mengklaim dari kepemilikan konten dari penggunanya yang dipostingkan melalui layanan yang diberikan face App.

Selain itu, di halaman lain di aplikasi faceapp juga menjelaskan jika lisensi yang dimaksudkan adalah sebuah lisensi penuh yang tidak bisa dibatalkan sama sekali. Pernyataan faceapp menyatakan bahwa ini artinya konten pengguna tidak eksklusif, dibayar penuh untuk memodifikasi, mereproduksi, mengadaptasi, menerjemahkan, mempublikasi, tanpa kompensasi apapun ke pengguna. Dengan kata lain, dengan pakai aplikasi faceapp, pengguna serahkan hak atas foto mereka ke pihak developer faceapp. Jika pengguna sudah tak ada hak penuh lagi atas foto mereka di faceapp, maka pihak faceapp bisa saja gunakan foto pengguna untuk berbagai kepentingan, termasuk untuk keperluan komersial, tak perlu izin pengguna dan tanpa membayar kompensasi kepada pengguna.

Selain itu, pihak faceapp juga masih bisa simpan foto pengguna pada server meski pengguna sudah hapus foto itu dari aplikasi atau ponsel. Namun pihak faceapp berkilah kalau hal ini untuk penuhi kewajiban hukum. Namun tak dijelaskan hukum apa dan di negara mana yang dimaksud oleh pihak faceapp.

Jadi, apakah masih ingin pakai aplikasi faceapp? bisa jadi nanti tiba tiba foto anda muncul di suatu reklame atau jadi komersil tanpa pemberitahuan atau tanpa kompensasi apapun kepada anda.

Diduga Berbahaya, Amerika Sempat Beri Peringatan ke Faceapp

Pemerintah Amerika Serikat (AS) sempat curiga dan anggap aplikasi faceapp berbahaya karena bisa saja gunakan privasi data warga AS pengguna face app untuk kepentingan mereka. Hal ini membuat senator AS berna Schumer minta FBI dan Komisi perdagangan AS untuk selidiki faceapp.

AS khawatir jika aplikasi ini ada kaitanya dengan Pemerintah Rusia. Mengingat perusahaan pembuat faceapp, Wireless Lab, berasal dari negara rusia. Amerika tak ingin data warganya jatuh ke tangan pemerintah rusia.

AS lewat senator schumer juga menilai ketentuan faceapp bisa kelabui penggunanya terkait keamanan data pribadi yang dikumpulkan faceapp. Pihak lainya seperti Komite Nasional Demokrat (DNC) juga khawatir terhadap aplikasi faceapp. Chief Secueity Officer Bob Lord minta seluruh pejabat DNC hapus aplikasi faceapp di ponsel mereka.

Di tahun 2015 dan 2016, hacker pernah bobol jaringan komputer mili DNC. AS tuding Pemerintah Rusia pelakunya dan DNS tak ingin kejadian itu terulang lewat aplikasi bernama faceapp. Maka pejabat DNS diminta hapus aplikasi tersebut dari ponsel mereka.

Meski banyak pihak mengaku khawatir terhadap privasi di aplikasi faceapp, nyatanya aplikasi ini tetap banyak digunakan hingga sekarang. Pihak faceapp sendiri telah menyangkal semua tudingan yang ditujukan kepada mereka. faceapp menyatakan bahwa mereka tidak gunakan data pengguna termasuk foto untuk tujuan apapun.

Nah itulah tadi informasi tentang bahaya aplikasi faceapp. Sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Amerika Serikat memang sempat curiga dan khawatir jika aplikasi bikinan perusahaan perusahaan rusia itu menyalahgunakan data pribadi pengguna dari warga amerika. pemerintah AS tidak ingin data jutaan warganya jatuh ke Pemerintah Rusia.

Meski demikian, pihak faceapp membantah melakukan tindakan penyalahgunaan data penggunanya. Mereka mengatakan tidak menyimpan data data pengguna di server mereka, juga tidak gunakan foto foto pengguna untuk tujuan apapun, termasuk tujuan komersial.

Aplikasi faceapp sendiri bisa diunduh di play store untuk pengguna perangkat sistem operasi android. Bisa juga diunduh di Apps Store bagi pengguna sistem operasi iOs. Untuk versi FaceApp Pro bisa kalian download di situs www.technicaltalk.net.

 

Ketahui Bahaya Aplikasi Faceapp Yang Jarang Orang Ketahui
Scroll to top