Jangkrik merupakan salah satu hewan yang aktif pada malam hari. Hewan ini banyak diburu karena memiliki kandungan gizi yang tinggi sebagai pakan burung. Tidak hanya diburu untuk keperluan pribadi saja, namun juga dibudidayakan. Proses metamorfosis adalah hal terpenting untuk diketahui ketika Anda akan membudidayakan hewan ini.

Tahap Metamorfosis Jangkrik

  1. Fase Telur

Sama seperti halnya anggota belalang yang lainnya, jangkrik juga bertelur. Jangkrik betina akan bertelur setelah mengalami masa perkawinan. Telur diletakkan di dalam tanah dengan kedalaman 1-2 cm, kemudian telur akan menetas kurang lebih 12 hari.

  1. Fase Nimfa

Fase nimfa merupakan proses menetasnya telur menjadi anak jangkrik. Nimfa akan sering berjalan untuk mencari makan. Jangkrik muda mengalami pergantian kulit 6 sampai 8 kali dan juga akan mengalami perubahan warna.

  1. Jangkrik dewasa

Setelah selesai melewati 2 fase tersebut jangkrik akan menjadi dewasa dan siap untuk melakukan reproduksi. Proses bertelur hingga dewasa jangkrik tergantung dari waktu lamanya pergantian kulit.

 

3 Tahap Metamorfosis Jangkrik
Scroll to top