Pecinta Agama: Sejarah Singkat Nabi Idris As

Nabi Idris adalah putra dari Yarid bin Mahlail bin Qinan. Keturunan ke-6 Nabi Adam. Nama asli beliau Akhnukh. Namun, terkenal dengan panggilan Idris karena kegemarannya mempelajari agama. Beliau selalu selalu bersemangat untuk melakukan tadarrus melalui berbagai mushaf. Kesholehan Nabi Idris begitu harum hingga beliau dikenal sebagai orang alim. Sifat yang selalu melekatkan padanya ialah kesabarannya dalam menjaga agama Allah.

Kebenaran tersebut terabadikan dalam QS: Al-Anbiya atau 85. Akhlak menawan dari beliau sampai membuat malaikat Izrail menginginkan untuk mendatanginya. Keinginan ini mendapat izin dari Allah. Hingga keduanya bersahabat bahkan Nabi Idris pernah meminta malaikat Izrail mencabut nyawa dan memperlihatkan neraka padanya. Kedua permintaan tersebut memperoleh izin dari Allah.

Dikisahkan Nabi Idris tak sadarkan diri karena melihat malaikat Malik yang tak lain malaikat yang penjaga neraka. Beliau tidak sanggup melihat berbagai siksaan dalam neraka. Hal serupa juga dirasakan saat beliau menengok keadaan surga. Namun, disini beliau hampir pingsan karena terpesona dengan keramahan malaikat Ridwan dan keindahan surgawi yang tak mampu tergambarkan.

Aspek yang juga tak boleh tertinggal dari Nabi Idris ialah kesanggupan beliau untuk terus menjalankan perintah Allah. Diriwayatkan bahwa beliau selalu menjalankan puasa sepanjang masa. Saat waktu berbuka telah tiba beliau akan memakan apa yang sudah dibawakan malaikat Izroil dari surga. Selanjutnya, Nabi Idris melanjutkan malam yang panjang dengan sholat dan ibadah lainnya.

Kemukjizatan Nabi Idris AsĀ  yang Dipenuhi Pengetahuan

Nabi Idris As menjadi hamba yang dekat dengan Allah. Kesholehan beliau tidak perlu dipertanyakan. Begitu pula dengan kesabaran yang seakan menjadi bagian yang tak terlepas darinya. Sama seperti rosul lain yang dianugerahi mukjizat dari Allah. Hal serupa juga terjadi pada Nabi Idris. Disaat semua orang tidak mampu membaca dan menulis. Beliau menjadi orang pertama yang mampu membaca.

Tidak sampai disini karena Nabi Idris juga mendapat kemulian dalam menguasai berbagai ilmu pengetahuan. 30 Shuhuf yang diturunkan Allah pada beliau menjadi kunci Nabi Idris untuk menyebarkan agama Allah kepada umatnya. Beliau diutus Allah sebagai orang terpilih dalam menegakan kebenaran. Mengajarkan tauhid serta menyembah Allah. Beliau menjadi deretan rosul yang menambah gambaran bahwa agama Allah diajarkan dengan penuh kasih sayang.

Setiap kemurnian ajarannya dikisahkan sebagai perjuang yang menyentuh hati. Apalagi beliau harus berusaha untuk meluluhkan kerasnya pertahanan orang kafir. Bahkan anaknya Qobil tidak mampu beliau raih menuju jalan Allah. Berbagai rintangan dakwah beliau memberi deskripsi tentang pentingnya kesabaran, kejujuran, serta meridhokan semua karena Allah. Bagi Anda yang ingin lebih tahu tentang beliau bisa akses di hasana.id. Semoga bermanfaat.